Pada wanita yang sudah mengalami menopouse, hormon esterogen dalam tubuhnya menjadi berkurang. untuk itu diperlukan asupan dari luar bisa berupa makanan atau dari obat-obatan. hormon esterogen ini oleh wanita yang sudah menopouse diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh. salah satu sumber hormon esterogen yang bisa dimanfaatkan berasal dari makanan yaitu tempe. tempe merupakan makanan yang amat
populer diindonesia, hampir sebagian besar masyarakat indonesia mengenal makanan yang terbuat dari kacang kedelai ini. selainterkenal murah, tempe mudah diolah menjadi menu-menu istimewa lainnya. Guru Besar Ilmu Obstetri dan Genekologi Fakultas Kesehatan Universitas Padjajaran Bandung, Achmad Biben mengatakan tempe yang dimasak dengan baik dan benar sangat bermanfaat bagi perbaikan proses pembentukan sel tulang dan menghambat penyerapan tulang. Memakan tempe secara rutin dapat dipergunakan sebagai upaya dini pencegahan gangguan remodelling tulang.
Tempe juga bermanfaat sebagai anti-anemia, menurunkan kadar kolesterol, dan menurunkan risiko penyakit jantung koroner,” jelas Biben di Bandung baru-baru ini. Di samping itu, tempe mengandung superoksida destumase yang dapat menghambat kerusakan sel dan proses penuaan.
Dalam sepotong tempe terkandung berbagai unsur yang bermanfaat bagi kesehatan. Seperti hidrat arang, lemak, protein, serat, vitamin, enzim, daidzein, genisten serta komponen anti-bakteri. ”Kandungan zat aktif isoflavon, khususnya daidzein, genistein, serta isoflavon tipe 2 yang dapat berikatan dengan reseptor hormon ekstrogen dalam tubuh dapat mengurangi keluhan psikovasomotor khususnya semburan atau hentakan panas di dada sebagaimana yang dialami perempuan saat memasuki masa menopause,”
Khasiat tempe bagi perempuan menopause sangat tergantung kepada proses memasaknya. Dianjurkan agar tempe dimasak dengan menu seperti sup, semur, bacem hingga pepes. Dengan menu masakan seperti itu khasiat tempe sedikit sekali mengalami penurunan dibandingkan jika dimasak dengan cara digoreng.
Mineral dan Vitamin
Di samping tempe, perempuan menopause sebaiknya juga memakan tahu, tauco, susu kedelai, kacang tunggak, bengkuang, tokbi hingga biji-bijian seperti gandum, wijen maupun biji bunga matahari.
”Disarankan juga agar makanan sehari-hari bagi perempuan yang memasuki masa menopause banyak mengandung unsur mineral dan vitamin. Keduanya bermanfaat bagi perawatan kesehatan organ tubuh serta alat reproduksi,” jelas Biben.
Vitamin A, misalnya, bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan kulit, mata dan mukosa. Vitamin B Kompleks berguna untuk mencegah rasa lelah serta menjaga stabilitas emosi. Sedangkan vitamin C dibutuhkan dalam menjaga fungsi kolagen sehingga mengurangi keriput dan berfungsi menjaga kekebalan tubuh dari infeksi dan alergi.
Kemudian vitamin D untuk mencegah osteoporosis dan vitamin E untuk membantu mengurangi gejala panas serta psikologis. Sedangkan mineral bermanfaat untuk menambah energi. Biben menyebutkan mineral yang paling penting bagi perempuan menopause adalah kalsium. Dibutuhkan setidaknya 1.000-1.500 mg kalsium setiap harinya.
Hal lain yang disarankan oleh Biben bagi perempuan menopause adalah memanfaatkan sinar matahari pagi antara jam 07.30-08.30 serta sore antara jam 16.30-17.30. Menurutnya, matahari pagi dan sore tersebut mengandung ultraviolet yang dapat meningkatkan formasi tulang dan mempertahankan remodeling tulang agar tetap sehat.
”Dan yang paling penting adalah tidak merokok dan tetap berolahraga. Jalani hidup dengan gaya hidup yang sehat alami sehingga dapat dilakukan pencegahan penyakit dan selalu sehat,”
Manfaat Tempe Bagi Wanita Menopouse
Label: info kesehatan
Makanan dan Radikal Bebas
Akhir-akhir ini di dalam majalah, surat kabar bahkan menonton iklan di televisi, maupun seminar-seminar ilmiah banyak dibahas mengenai radikal bebas dan antioksidan. Apa sebenarnya radikal bebas dan antioksidan itu, bagaimana bekerjanya sehingga bisa merusak sel-sel tubuh dan apakah ada manfaatnya terhadap kesehatan kita? merupakan fenomena yang relatif baru. Hingga permulaan abad ke 20, tidak seorangpun mengetahui bahwa radikal bebas dapat berwujud dan bekerja secara bebas. Pemahaman ilmiah kita tentang hubungan radikal bebas dengan antioksidan baru muncul pada tiga hingga empat dekade terakhir ini.
Pengetahuan baru ini, kini banyak diterapkan oleh para dokter di ruang praktek dan klinik-klinik di seluruh negeri tetapi sebagian besar hasil penelitian yang ada dalam pustaka ilmiah itu sesungguhnya masih belum diterapkan secara baik bagi pasien
Sebenarnya radikal bebas ini penting artinya bagi kesehatan dan fungsi tubuh yang normal dalam memerangi peradangan, membunuh bakteri, dan mengendalikan tonus otot polos pembuluh darah dan organ-organ dalam tubuh kita. Kunci kerjanya radikal bebas yang aman dan efektif dalam tubuh kita bila tidak dalam jumlah yang berlebihan atau dalam keadaan seimbang, akan tetapi masalahnya adalah mekanisme keseimbangan tubuh kita yang sangat rapuh ini sering sekali keluar jalur sehingga menimbulkan penyakit.
Saat tubuh kita dipenuhi radikal bebas yang berlebihan maka molekul yang tidak stabil yang berada didalam tubuh kita berubah bentuk menjadi molekul pemangsa. Mereka mulai bergerak liar dan menyerang bagian tubuh yang sehat maupun yang tidak sehat sehingga terjadi penyakit.
Berbagai penyakit yang telah diteliti dan diduga kuat berkaitan dengan aktivitas radikal bebas. Penyakit-penyakit tersebut mencakup lebih dari 50 kelainan seperti Stroke, Asma, Pankreatitis, Berbagai penyakit radang usus, Penyumbatan kronis pembuluh darah di jantung, Penyakit parkinson, Sel Sickle Leukemia, Artritis rematoid, Perdarahan otak & tekanan darah tinggi, kanker, bahkan AIDS.
radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh bisa berasal dari polusi udara atau pun makanan yang kita makan. asap kenalpot merupakan sumber radikal bebas yang sangat besar pengaruhnya selain bagi manusia juga efek rumah kaca juga ditimbulkan melalui pembuangan ini. untuk makanan yang dapat menyebabkan radikal bebas adalah makanan yang dimasak dengan dibakar tapi pembakarannya tidak sempurna contohnya sate. namun masyarakat kita tidak ambil peduli masalah itu toh mereka selalu mengatakan dampaknya tidak terasa sampai umur mereka puluhan tahun terlewati.. ini yang sangat sulit untuk dijelaskan dengan pemikiran awam dari masyarakat.
Sedangkan antioksidan yang kita makan dari luar melalui makanan atau melalui food suplemen untuk membantu tubuh melawan kelebihan radikal bebas, kita sebut antioksidan eksogen.
Menurut Phyllis A Balch, Cnc & James F. Balch, MD dalam bukunya Prescription for Nutritional Healing maka yang dapat dimasukkan dalam antioksidan eksogen ini adalah : Alpha lipoic acid ( ALA ), Bilberry ( Vaccinium myrtillus ), Burdock ( Artium lappa ), Carotenoids, Coenzyme Q 10, Curcumin ( Tumeric ), Flavonoids, Garlic, Ginkgo biloba, Glutathione, Grape seed extract, Green tea, Melantonin, Mettthionine, N-Acetylcysteine( NAC ), Nicotinamide Adenine dinucleotide ( NADH ), Oligomeric Proanthocyanidins ( OPCs ), Pycnogenol, Selenium, Silymarin, Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, Seng.
Sayangnya sistem perlindungan dari dalam maupun dari luar tubuh sering tidak memadai karena terlalu banyaknya radikal bebas yang terbentuk seperti polusi udara, asap rokok, sinar ultra violet yang diproduksi sinar matahari, pestisida dan pencemaran lain di dalam makanan kita , bahkan karena olah raga yang berlebihan.
Tampaknya kemanapun kita bergerak berbagai senyawa dan keadaan tertentu senantiasa membayangi kita dengan berbagai radikal bebas akibat ulah kita sendiri.
Ada 4 langkah yang dapat dilakukan menurut Dr. Kenneth H. Cooper yang menjadi pencetus Preventive medicine untuk melawan radikal bebas yang berbahaya dalam tubuh kita yaitu :
1. Berolah raga dengan intensitas rendah
2. Mengkombinasi beberapa antioksidan setiap hari
3. Mengatur diet dan memasak secara benar agar antioksidan dalam makanan tidak rusak
4. Bergaya hidup bebas dari radikal bebas
Label: info kesehatan